It is mainly celebrated in Java, Indonesia, and by Javanese people living elsewhere.

Yang dapat dimaknai sebagai upacara untuk mawas diri, berkaca pada diri atas apa yang dilakoninya selama setahun penuh, menghadapi tahun baru di esok paginya. Satu Suro marks the first (‘satu’) day of the Suro month, which is considered the most sacred month of the Javanese calendar.

Misalnya saja kasus yang terjadi di tol Cipularang pada beberapa waktu yang lalu yang turut dihubung-hubungkan dengan tanggal 1 Suro ini. Hal ini sangat bertentangan dengan masa Sultan Agung yang menggunakan sistem kalender Hijriah yang diajarkan dalam Islam.

Namun, kejadian aneh terasa di rumah, Adinda sering diganggu oleh roh dan berhalusinasi. Suatu hari Adinda mengalami kontraksi yang parah.

Film ini dikenal dengan alur ceritanya yang unik karena tidak mengetengahkan sang hantu sundel bolong sebagai tokoh antagonis seperti umumnya di perfilman nusantara kala itu, tetapi sebagai tokoh utama / protagonis. Malam Satu Suro adalah film horor romantis Indonesia tahun 1988 yang disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra dan dibintangi oleh Suzanna dan Fendy Pradana.
Salah satu pemuda itu, Bardo (Fendy Effendy) mengawininya di malam satu Suro sesuai syarat-syarat yang harus dipenuhinya, memboyongnya ke kota, … Tradisi malam satu Suro bermula saat zaman Sultan Agung sekitar tahun 1613-1645. Bahkan pada tanggal 1 Suro, masyarakat dihimbau untuk tidak berpergian jauh lantaran konon kecelakaan dapat menimpa.

Film ini … Adinda, yang sedang hamil, baru saja pindah ke sebuah rumah di pinggir kota bersama dengan Bayu, suaminya.

Saat itu, masyarakat banyak mengikuti sistem penanggalan tahun Saka yang diwarisi dari tradisi Hindu. Furthermore, Suro is the first month of the Javanese calendar, and coincides with Muharram – the first month of the Islamic calendar (Hijrah). Tradisi saat malam satu suro bermacam-macam tergantung dari daerah mana memandang hal ini, sebagai contoh Tapa Bisu, atau mengunci mulut yaitu tidak mengeluarkan kata-kata selama ritual ini. Salah satu malam itu adalah malam satu Suro.

Bayu membawa istrinya ke rumah sakit terdekat. Di situ mereka bertemu wanita cantik, Suketi (Suzzanna) yang sebetulnya wujud hidup dari mahluk halus sundel bolong. Satu Suro (2019) Trailer. Since ancient times, the Javanese spend the night (‘malam’) of Satu Suro through practicing meditation and contemplation. Satu Suro (Javanese: ꦱꦶꦗꦶꦱꦸꦫ, Siji Suro) is the first day of the Javanese calendar year in the month of Suro (also transcribed "Sura"), corresponding with the first Islamic month of Muharram.